Skip to main content

Resensi Buku Sosiologi Islam - Transformasi Sosial Berbasis Tauhid


RESENSI BUKU

Judul Buku                  : Sosiologi Islam - Transformasi Sosial Berbasis Tauhid

Pengarang                   : Dr. H. Agus Ahmad Safei, M.Ag

Penerbit                       : PT. Simbiosa Rekatama Media

Tempat Penerbit          : Bandung

Tahun Terbit                : 2017
Jumlah Halaman          : 206 halaman



Salah satu kelalaian dari sains Barat adalah lepasnya sumber autentik. Mereka menjadikan manusia sebagai pusat nilai. Padahal. kita (umat Islam) bisa menurunkan teori-teori yang mengacu pada "sumber autentik" yang kita punya, yakni Allah SWT. Referensi-referensi sosiologi yang tersedia sejauh ini bertipikal barat yang lebih cocok untuk menganalisis masyarakat Barat yang borjuis. Kita (umat Islam) juga mestinya bisa merumuskan "jenis" sosiologi lain yang berbeda dari yang ada. Sains modern tidak dapat terlalu diandalkan lagi dan bukanlah satu-satunya pilihan. Dengan paradigma yang berbeda. dapat diciptakan sains yang berbeda, yang mungkin lebih membahagiakan manusia. Sejarah telah membuktikan, dalam peradaban Mesir, China, dan Islam pernah ada satu sistem pengetahuan yang mampu memenuhi kebutuhan manusia, baik fisik, mental, maupun spiritual, dengan
bersandar pada paradigma yang diyakini kebenarannya dan memang telah terbukti.
Pada buku karangan Dr. H. Agus Ahmad Safei, M.Ag ini memuat empat bagian garis besar, yaitu inspirasi sosiologi, Islam dan realitas sosial, trasnformasi masyarakat Islam, dan pengembangan masyarakat Islam dengan pendekatan sosiologis.
Pada pembahasan pertama yaitu inspirasi sosiologi yang berisi tentang misi ilahi sosiologi. Yang mana tulisan tersebut berangkat dari satu kesadaran tentang pentingnya upaya kreatif mengembangkan sains social alternative yang bersandar pada konsep dan nilai yang ada pada kitab suci Alquran. Selanjutnya adalah kitab suci inspirasi sosiologi yang mana selama ini sosiologi tidak terdapat terlepas dari kitab suci yang dianggap bukan saja sebagai ajaran yang berisi petunjuk umat manusia, melainkan yang terutama adalah kitab dimana berbagai ilmu bersumber (Kitab Alquran). Dan yang terakhir berisi tentang Islam dan masyarakat. Pembahasan kedua yaitu tentang Islam dan realitas sosial. Pada pembahasan kedua ini berisi tentang bagaimana perspektif Islam terhadap deviasi sosial, bagaimana pandangan Islam terhadap konflik yang terjadi di tengah-tenga sosial, memperdalam tentang strata masyarakat ilahiah, pandangan Islam terhadap sosial yang dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan yang signifikan, dan berisi pembahasan tentang gegar budaya dan peran institusi agama. Lalu, pada bagian atau pembahasan yang ketiga yaitu tentang transformasi atau perubahan masyarakat Islam. pada pembahasan ketigaa ini, Dr. H. Agus Ahmad Safei, M.Ag membahas apa itu perubahan masyarakat Islam, mengapa masyarakat Islam bias bertransformasi, dan bagaimana masyarakat Islam bias bertrasformasi. Beliau memaparkan tiga hal tersebut dengan membaginya kedalam sembilan sub pembahasan, beliau juga membahasnya dengan sangat jelas dan kompleks sehingga pembahasannya tuntas sampai ke akar permasalahannya, serta materi yang disampaikan juga mudah untuk dipahami oleh pembaca. Dan pembahasan atau bagian terakhir yaitu pengembangan masyarakat Islam dengan menggunakan pendekatan sosiologis. Pada pembahasan ini, beliau menjelaskan bagaimana pendekatan sosiologis yang diterapkan kepada usaha pengembangan masyarakat Islam.
       Buku ini hadir sebagai salah satu jawaban atas kerinduan lahirnya sains sosial yang berbasis pandangan dunia tauhid, sejenis sains yang tidak tercabut dari akarnya yang autentik. Membahas basis-basis teoretis Sosiologi Islam secara utuh, mulai dari paradigma sampai turunannya, untuk memenuhi kebutuhan beberapa mata kuliah, seperti sosiologi, sosiologi dakwah, sosiologi agama, manajemen pengembangan masyarakat Islam, serta beberapa mata kuliah lain yang memiliki objek kajian yang berdekatan.
        Buku ini memiliki kelebihan, yaitu struktural pembahasan yang sistematis memudahkan pembaca memahami pembahasan lebih dalam. Dan juga buku ini memberikan bekal terhadap pembaca sebagai wawasan terhadap sosiologi dalam kaitannya dengan agama.


Penulis: Robby Agustian

Comments

Popular posts from this blog

Kalau Air Sudah Merajuk, Habislah Kita!

Oleh: Robby Agustian Air diibaratkan seperti wanita, yang seperti kata kaum laki-laki “kau adalah permata hatiku, ku tak sanggup hidup tanpamu” . Artinya, air adalah elemen penting dalam kehidupan manusia, hewan, maupun tumbuhan. Tanpa air, semua makhluk hidup yang ada di bumi akan mati. Tanpa air manusia bisa kehausan. Tanpa air, hewan juga akan kehausan. Dan tanpa air tumbuh-tumbuhan akan layu dan kering  hingga kemudian mati. Maka dari itu, masalah air adalah masalah serius dan masalah yang menyusahkan karena air adalah elemen yang takkan bisa tergantikan. Sama halnya seperti wanita, air juga gampang sekali marah dan merajuk. Contohnya bila kita membuang sampah sembarangan, maka air akan marah dengan cara datangnya banjir. Sementara itu di Indonesia, dalam setahun hanya terjadi dua musim. Yakni musim penghujan dan musim kemarau yang dibagi masing-masing enam bulan sekali. Bila musim kemarau datang, disitulah air akan merajuk dan susah untuk ditemui. Nah, itulah yang dise...

Sang Penyebar Informasi

Oleh: Robby Agustian Informasi merupakan hal yang sangat kita kejar, tanpanya kita akan terasa terasingkan, tertinggal pembaharuan. Informasi memberi pengaruh besar terhadap masyarakat dan merupakan aset yang berharga. Barangkali karena di satu waktu, kita membaca istilah wartawan, lalu di waktu yang lain, kita mendengar julukan jurnalis. Apa sih bedanya? Kebingungan tersebut bisa dimaklumi, khususnya jika kita tak pernah bersentuhan dengan bidang jurnalistik secara langsung. Nah, wartawan atau jurnalis sebenarnya orang yang melakukan kegiatan jurnalistik seperti meliput peristiwa dan menuliskan atau melaporkannya melalui media massa. Inilah agen-agen yang senantiasa menyebarkan informasi berupa berita dan sejenisnya kepada kita. Banyak diantara kita yang berpikiran bahwa wartawan dan jurnalis itu berbeda, tentu saja tidak. Meskipun sama, namun keduanya memiliki makna yang berbeda. Jurnalis  memiliki makna yang lebih luas dibanding wartawan, karena jurnalis itu meliputi ...

Modern Dalam Pandangan Islam

Oleh: Robby Agustian Islam dan masyarakat modern, selama ini selalu menjadi isu yang menarik untuk diperbincangkan. Bagi masyarakat muslim, Islam bukanlah sekedar sebagai agama yang teraktual dalam serangkaian ritual ibadah atau pengakuan pemeluknya akan keyakinan terhadap Allah swt sebagai Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Pencipta seluruh alam semesta. Islam dengan sumber utamanya Alquran dan Hadits juga menjadi pedoman hidup (way of life) bagi seluruh pemeluknya dalam berkehidupan. Islam memuat nilai-nilai kehidupan untuk menjaga keseimbangan dalam relasi suci antara diri (manusia) hubungannya dengan Allah swt dan alam semesta. Islam adalah agama untuk setiap zaman di belahan dunia manapun. Prinsip-prinsip nilai Islam merupakan prinsip nilai kehidupan tentang kebaikan dan keutamaan yang tidak akan lekang di makan zaman. Prinsip nilai Islam tidak akan mengantarkan umat pada jalan kesesatan selama setiap umat berpegang teguh dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Istilah ...