Oleh: Robby Agustian Sudah bertahun-tahun kita menikmati era demokrasi dan memiliki pemimpin pilihan kita sendiri. Dan saat ini, Indonesia kembali dihadapkan dengan masa kampanye pemimpin-pemimpin baru. Sudah seharusnya calon-calon pemimpin bersaing mendapatkan simpati rakyat dengan kampanye yang benar-benar damai, mencerdaskan dan bermartabat. Namun saat ini di Indonesia malah terjadi sebaliknya, kampanye tersebut justru membuat kita berkubu-kubu dan saling menjelek-jelekkan satu sama lain hanya karena kita tidak sependapat. Hal ini membuat demokrasi di Indonesia seolah-olah sedang mempermainkan rakyat-rakyatnya. Bentuk-bentuk kampanye negatif seperti itulah yang seharusnya dihilangkan. Walaupun kita memiliki pilihan masing-masing, tetapi kita harus tetap rukun dan damai. Calon pemimpin sudah saatnya bersaing sehat seperti bersaing program, bukan hanya menguasai titik-...
Publikasi tulisan artikel, opini, puisi, resensi buku, dan cerpen.