Skip to main content

Modern Dalam Pandangan Islam



Oleh: Robby Agustian


Islam dan masyarakat modern, selama ini selalu menjadi isu yang menarik untuk diperbincangkan. Bagi masyarakat muslim, Islam bukanlah sekedar sebagai agama yang teraktual dalam serangkaian ritual ibadah atau pengakuan pemeluknya akan keyakinan terhadap Allah swt sebagai Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Pencipta seluruh alam semesta. Islam dengan sumber utamanya Alquran dan Hadits juga menjadi pedoman hidup (way of life) bagi seluruh pemeluknya dalam berkehidupan. Islam memuat nilai-nilai kehidupan untuk menjaga keseimbangan dalam relasi suci antara diri (manusia) hubungannya dengan Allah swt dan alam semesta. Islam adalah agama untuk setiap zaman di belahan dunia manapun. Prinsip-prinsip nilai Islam merupakan prinsip nilai kehidupan tentang kebaikan dan keutamaan yang tidak akan lekang di makan zaman. Prinsip nilai Islam tidak akan mengantarkan umat pada jalan kesesatan selama setiap umat berpegang teguh dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Istilah modern yang merujuk pada segala hal yang baru, berbau teknologi dan pengembangan ilmu pengetahuan telah menyajikan berbagai perkembangan pesat dalam membentuk mindset dan gaya hidup masyarakat. Secara etimologi, kata modern merupakan bahasa Latin “Modernus” yang dibentuk dari dua kata “modo dan ernus” yang menunjuk pada arti periode waktu masa kini (Hartono, 2012:80). Artinya, modern terkait dengan segala sesuatu yang baru yang berbeda dengan sesuatu yang lama, misalnya dalam cara hidup, dan aktivitas manusia yang berbeda dari masa sebelumnya. Hartono juga menyebutkan istilah modernisasi, yakni sebuah proses perubahan dari keadaan lama (tradisional) menuju keadaan yang baru (modern).
Menurut Nurcholis Majid yang dikutip dari bukunya, Bagi seorang muslim, yang sepenuhnya meyakini kebenaran Islam sebagai way of life, semua nilai dasar way of life yang menyeluruh itu tercantum dalam kitab suci Al-Quran. Akan tetapi, di sini semuanya tidak paparkan, meski pun untuk memperoleh pemahaman yang sempurna sangat diperlukan. Demikian juga, dalam menetapkan penilaian tentang modernis berorientasi kepada nilai-nilai besar Islam. Singkatnya penulis berpendapat bahwa, modernisasi adalah suatu keharusan, malahan kewajiban yang mutlak karena modernisasi merupakan pelaksanaan perintah ajaran Tuhan Yang Maha Esa.
Dengan modernisme ini, diharapkan umat Islam dapat mengejar ketertinggalannya dari kemajuan yang dicapai dunia Barat, terutama dalam kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi dan manajemen. Walaupun inspirasinya datang dari barat, modernisme tetap merujuk kepada nilai-nilai kemajuan yang terdapat di dalam Alquran dan Alsunah.

Source:
·         Majid, Nurcholis. 1987.Islam, Kemoderenan dankeindonesiaan. Bandung: Mizan.
·         Asmuni, Yusran. 1998. Pengantar Studi Pemikiran dan Gerakan Pembaharuan dalam Dunia Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
·        Yuliyatun Tajuddin. (2016). Islam dan Masyarakat Modern dalam Sistem Modeling Masyarakat Jawa: Jurnal Community Development, Vol.1 No.1

Comments

Popular posts from this blog

Kalau Air Sudah Merajuk, Habislah Kita!

Oleh: Robby Agustian Air diibaratkan seperti wanita, yang seperti kata kaum laki-laki “kau adalah permata hatiku, ku tak sanggup hidup tanpamu” . Artinya, air adalah elemen penting dalam kehidupan manusia, hewan, maupun tumbuhan. Tanpa air, semua makhluk hidup yang ada di bumi akan mati. Tanpa air manusia bisa kehausan. Tanpa air, hewan juga akan kehausan. Dan tanpa air tumbuh-tumbuhan akan layu dan kering  hingga kemudian mati. Maka dari itu, masalah air adalah masalah serius dan masalah yang menyusahkan karena air adalah elemen yang takkan bisa tergantikan. Sama halnya seperti wanita, air juga gampang sekali marah dan merajuk. Contohnya bila kita membuang sampah sembarangan, maka air akan marah dengan cara datangnya banjir. Sementara itu di Indonesia, dalam setahun hanya terjadi dua musim. Yakni musim penghujan dan musim kemarau yang dibagi masing-masing enam bulan sekali. Bila musim kemarau datang, disitulah air akan merajuk dan susah untuk ditemui. Nah, itulah yang dise...

Sang Penyebar Informasi

Oleh: Robby Agustian Informasi merupakan hal yang sangat kita kejar, tanpanya kita akan terasa terasingkan, tertinggal pembaharuan. Informasi memberi pengaruh besar terhadap masyarakat dan merupakan aset yang berharga. Barangkali karena di satu waktu, kita membaca istilah wartawan, lalu di waktu yang lain, kita mendengar julukan jurnalis. Apa sih bedanya? Kebingungan tersebut bisa dimaklumi, khususnya jika kita tak pernah bersentuhan dengan bidang jurnalistik secara langsung. Nah, wartawan atau jurnalis sebenarnya orang yang melakukan kegiatan jurnalistik seperti meliput peristiwa dan menuliskan atau melaporkannya melalui media massa. Inilah agen-agen yang senantiasa menyebarkan informasi berupa berita dan sejenisnya kepada kita. Banyak diantara kita yang berpikiran bahwa wartawan dan jurnalis itu berbeda, tentu saja tidak. Meskipun sama, namun keduanya memiliki makna yang berbeda. Jurnalis  memiliki makna yang lebih luas dibanding wartawan, karena jurnalis itu meliputi ...