Oleh: Robby Agustian
Sering kali kita mendengar bahwa
bencana alam telah melanda negeri kita, mulai dari erupsi gunung api, gempa
bumi, hingga tsunami. Tentu saja kita sudah mengetahui bahwa telah terjadi gempa
di daerah Lombok, dan baru-baru ini peristiwa tersebut terulang kembali kepada
saudara kita di Sulawesi Tengah. Bahkan, sampai mengundang air laut untuk
membantu meratakan bangunan.
Perlu kita ketahui, bahwa negeri
kita terletak di jalur Cincin Api Pasifik. Yang mana jalur tersebut adalah daerah
yang sering mengalami bencana alam seperti gempa bumi dan gunung meletus. Pada
dasarnya, Indonesia belum memiliki kecanggihan teknologi yang mumpuni guna
mendeteksi ancaman bahaya yang disebabkan oleh bencana alam secara akurat. Hal
ini membuat kita harus selalu waspada. Karena, ada kemungkinan ancaman lainnya
akan datang menghampiri kita, kapan pun dan dimana pun.
Masyarakat Indonesia umumnya
mengaitkan fenomena bencana alam kedalam ranah keagamaan. Contohnya, orang akan
mengatakan bahwa fenomena tersebut adalah ujian yang diberikan oleh Tuhan
kepada kita. Secara grand teori hal
itu memang benar, bahwasanya hal tersebut memang datang atas kehendak Tuhan.
Namun samping itu, bencana alam adalah
fenomena yang terjadi secara alami yang tentunya terdapat banyak hikmah
yang dapat diambil.
Fenomena bencana alam memang sulit diprediksi
kedatangannya. Maka dari itu, kita akan kesulitan untuk mengantisipasinya. Kita
perlu berhati-hati dan siaga setiap saat. Jika bencana tersebut terjadi, maka
yang harus kita lakukan adalah mengevakuasi diri dan mengusahakan untuk tetap
tenang, serta peran pemerintah adalah mengadakan penggalangan donasi dan
bantuan lainnya untuk membantu masyarakat yang sedang terkena musibah.

Comments
Post a Comment