Skip to main content

Komentarmu Harimaumu


Oleh Robby Agustian

            Akhir-akhir ini banyak isu menarik terjadi di tanah air, mulai dari isu politik, selebriti, sampai isu-isu fenomenal lainnya. Tentu saja hal ini menarik perhatian netizen, semua orang menanggapi isu-isu tersebut. Ibarat kata, “manusia barbar sumbu pendek”, ternyata memang ada dan sering kali kita jumpai. Kebebasan berpendapat memang salah satu hak asasi manusia dan sudah dijamin di negara demokratis seperti Indonesia. Namun sayangnya, fenomena saling hina, caci maki, dan komentar-komentar sembarangan lainnya di sosial media menjadi citra buruk dalam ekspresi berpendapat orang-orang. Kita sering melihat suatu postingan di sosial media memiliki ribuan komentar yang positif dan membangun, namun tidak sedikit pula komentar-komentar buruk bertebaran pada postingan tersebut. Nah, sadarkah kita bahwa komentar-komentar kita bisa dilihat siapa saja dan dapat memunculkan persoalan baru?
            Komentar miring di sosial media memang bukanlah permasalahan yang baru, memberikan komentar kurang baik adalah hal biasa yang mengatasnamakan kebebasan berpendapat. Oleh karena itu, tidak sedikit pula orang yang depresi hingga akhirnya bunuh diri hanya karena komentar yang tidak baik dilontarkan orang kepadanya. Semua orang memang mempunyai pendapat dan opininya masing-masing, hanya saja cara pengutaraannya harus dengan baik agar tidak berkesan menyakiti perasaan orang lain atau bahkan menjurus ke cyber bullying.
            Di Indonesia, terdapat undang-undang No.11 tahun 2008 mengenai internet dan transaksi elektronik. Undang-undang inilah yang mengatur tentang etika dan tata cara penggunnaan internet yang baik, termasuk juga bijak dalam berkomentar di sosial media. Hal ini saya kira dapat mengurangi tindakan-tindakan cyber bullying dan komentar-komentar tidak pantas yang meninggalkan kata-kata penuh hujatan di dunia maya. Tetapi itu semua kembali lagi kepada kita selaku pribadi yang memiliki akal budi dan pemikiran masing-masing, bagaimana kita akan menanggapi posting orang lain. Pribadi yang baik pasti meninggalkan pemikiran yang baik pula.

Comments

Popular posts from this blog

Kalau Air Sudah Merajuk, Habislah Kita!

Oleh: Robby Agustian Air diibaratkan seperti wanita, yang seperti kata kaum laki-laki “kau adalah permata hatiku, ku tak sanggup hidup tanpamu” . Artinya, air adalah elemen penting dalam kehidupan manusia, hewan, maupun tumbuhan. Tanpa air, semua makhluk hidup yang ada di bumi akan mati. Tanpa air manusia bisa kehausan. Tanpa air, hewan juga akan kehausan. Dan tanpa air tumbuh-tumbuhan akan layu dan kering  hingga kemudian mati. Maka dari itu, masalah air adalah masalah serius dan masalah yang menyusahkan karena air adalah elemen yang takkan bisa tergantikan. Sama halnya seperti wanita, air juga gampang sekali marah dan merajuk. Contohnya bila kita membuang sampah sembarangan, maka air akan marah dengan cara datangnya banjir. Sementara itu di Indonesia, dalam setahun hanya terjadi dua musim. Yakni musim penghujan dan musim kemarau yang dibagi masing-masing enam bulan sekali. Bila musim kemarau datang, disitulah air akan merajuk dan susah untuk ditemui. Nah, itulah yang dise...

Sang Penyebar Informasi

Oleh: Robby Agustian Informasi merupakan hal yang sangat kita kejar, tanpanya kita akan terasa terasingkan, tertinggal pembaharuan. Informasi memberi pengaruh besar terhadap masyarakat dan merupakan aset yang berharga. Barangkali karena di satu waktu, kita membaca istilah wartawan, lalu di waktu yang lain, kita mendengar julukan jurnalis. Apa sih bedanya? Kebingungan tersebut bisa dimaklumi, khususnya jika kita tak pernah bersentuhan dengan bidang jurnalistik secara langsung. Nah, wartawan atau jurnalis sebenarnya orang yang melakukan kegiatan jurnalistik seperti meliput peristiwa dan menuliskan atau melaporkannya melalui media massa. Inilah agen-agen yang senantiasa menyebarkan informasi berupa berita dan sejenisnya kepada kita. Banyak diantara kita yang berpikiran bahwa wartawan dan jurnalis itu berbeda, tentu saja tidak. Meskipun sama, namun keduanya memiliki makna yang berbeda. Jurnalis  memiliki makna yang lebih luas dibanding wartawan, karena jurnalis itu meliputi ...

Modern Dalam Pandangan Islam

Oleh: Robby Agustian Islam dan masyarakat modern, selama ini selalu menjadi isu yang menarik untuk diperbincangkan. Bagi masyarakat muslim, Islam bukanlah sekedar sebagai agama yang teraktual dalam serangkaian ritual ibadah atau pengakuan pemeluknya akan keyakinan terhadap Allah swt sebagai Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Pencipta seluruh alam semesta. Islam dengan sumber utamanya Alquran dan Hadits juga menjadi pedoman hidup (way of life) bagi seluruh pemeluknya dalam berkehidupan. Islam memuat nilai-nilai kehidupan untuk menjaga keseimbangan dalam relasi suci antara diri (manusia) hubungannya dengan Allah swt dan alam semesta. Islam adalah agama untuk setiap zaman di belahan dunia manapun. Prinsip-prinsip nilai Islam merupakan prinsip nilai kehidupan tentang kebaikan dan keutamaan yang tidak akan lekang di makan zaman. Prinsip nilai Islam tidak akan mengantarkan umat pada jalan kesesatan selama setiap umat berpegang teguh dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Istilah ...