Oleh: Robby Agustian
Sudah bertahun-tahun kita menikmati
era demokrasi dan memiliki pemimpin pilihan kita sendiri. Dan saat ini,
Indonesia kembali dihadapkan dengan masa kampanye pemimpin-pemimpin baru. Sudah
seharusnya calon-calon pemimpin bersaing mendapatkan simpati rakyat dengan
kampanye yang benar-benar damai, mencerdaskan dan bermartabat.
Namun
saat ini di Indonesia malah terjadi sebaliknya, kampanye tersebut justru
membuat kita berkubu-kubu dan saling menjelek-jelekkan satu sama lain hanya karena
kita tidak sependapat. Hal ini membuat demokrasi di Indonesia seolah-olah
sedang mempermainkan rakyat-rakyatnya.
Bentuk-bentuk kampanye negatif seperti
itulah yang seharusnya dihilangkan. Walaupun kita memiliki pilihan
masing-masing, tetapi kita harus tetap rukun dan damai. Calon pemimpin sudah
saatnya bersaing sehat seperti bersaing program, bukan hanya menguasai
titik-titik tertentu yang menurutnya dapat mendatangkan pengikut yang banyak. Tetapi
yang dimaksud bersaing program tersebut bukan berarti malah menimbulkan omong
kosong dan hoax semata, tetapi harus terbukti jika pemimpin tersebut terpilih
nantinya.
Maka
dari itu, demi menciptakan kampanye yang damai dan bebas dari hoax ini adalah
dengan menyadarkan diri kita sendiri selaku penentu pemimpin baru untuk tidak
saling membeda-bedakan sehingga akhirnya merujuk kepada pertengkaran. Dan
sebagai calon pemimpin, bersainglah dengan sehat dan tepati program-program
yang sudah disusun agar tidak menimbulkan ketidakpuasan rakyat pada
kepemimpinannya nanti. Saya kira hal-hal tersebut dapat menciptakan demokrasi
yang berkelas.

Comments
Post a Comment